Peci hitam di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Juli 29, 2008 by tjetjep

Pengalaman ini ingin saya sampaikan pada teman-teman, sebagai pelajaran ternyata di tempat suci sekalipun, masih ada saja penipu dengan kelihaiannya berakting dan bersandiwara untuk mendapatkan uang. Kejadiannya pada waktu saya melaksanakan Ibadah Umrah bulan April lalu, pada hari kedua saya di Madinah saya pergi melaksanakan sholat dhuhur di Masjid Nabawi, karena bangga dengan ciri khas bangsa sendiri, saya shalat memakai peci hitam, saya pergi sendiri lebih awal satu jam menjelang masuk waktu Dhuhur, ….sedangkan teman serombongan masih belum pada berangkat.

Sampai di masjid setelah sholat sunat, saya membaca qur’an, saat itu jamaah belum begitu banyak, waktu saya baca quran,seseorang duduk sebelah saya yang dari postur serta wajahnya dia itu orang Timur Tengah, ……., kemudian dia mengucap salam sambil menegur, saya berhenti baca quran, meskipun saya merasa terganggu, saya jawab salamnya, kemudian saya lanjutkan bacaan saya…… Kemudian dia ngomong bahwa dari peci yang saya pakai, saya pasti berasal dari Malaysia atau Indonesia, saya jawab saya dari Indonesia, apakah saya bisa bicara bahasa Inggris,tanyanya lagi… saya jawab bisa sedikit-sedikit, ……..karena dia terus bertanya, terpaksa saya hentikan dulu bacaan qur’an saya, menurut pikiran saya apa salahnya merespon seseorang yang ingin berkenalan baik-baik dan sopan, apalagi teman sesama muslim. 

Dia dari Afganistan, profesinya seorang sarjana teknik industri, begitu menurut pengakuannya, ….dari kefasihannya berbicara bahasa Inggris serta penampilannya yang rapih, saya percaya dia itu seorang yang well educated, setelah ngobrol ngalor ngidul, dia mengeluarkan secarik kertas dengan tulisan dalam bahasa Indonesia, menurut dia tulisan itu ditulis teman baiknya orang Indonesia yang baru dikenalnya di Masjid Nabawi, kemudian dia memperlihatkan kartu nama orang yang menulis itu, kartu itu berlogo persatuan kerukunan salah satu suku di Indonesia…..

masjidil haram

masjidil haram

 

 

 

 

Tulisan itu berbunyi :” orang ini telah kehilangan uang belum lama ini di Madinah, sebesar 3500 real, sekarang dia perlu bantuan sedekah untuk bekal hidup dia selama melaksanakan ibadah umrah, dia sama sekali tidak punya uang, mudah2an Allah memberi balasan yang berlipat pada orang yang memberi dia sedekah” 

Entah kenapa,… saya percaya dan iba setelah saya melihat tulisan itu, kemudian saya bilang saya tidak punya uang reyal di dompet karena uang reyal dipegang isteri saya, kemudian dia ngomong uang rupiah juga tidak masalah bisa dia tukarkan sendiri, kebetulan di dompet saya ada uang rupiah sebanyak Rp. 350.000,- lalu saya keluarkan 100.000 rupiah, ….dia bilang apa ini sama dengan 100 real? saya jawab kurang, karena 100 real sama dengan Rp 250.000,-, kemudian dia ngomong lagi , demi Allah berikanlah saya Rp. 250.000,- karena saya perlu 100 real untuk bekal hidup saya…….., dan anehnya saya menurut saja apa yang dia minta, saya berikan lagi Rp. 150.000,-, setelah dia menerima sebanyak Rp. 250.000,- dia mencium tangan saya sambil berkata ,” saya percaya anda akan mendapat balasan dari Allah lebih dari ini,” kemudian dia cepat-cepat pergi, saya melanjutkan bacaan qur’an saya.

Kejadian itu saya ceriterakan pada isteri saya, dan isteri saya bilang saya sudah ditipu mentah-mentah oleh orang yang pintar berakting, makanya papa jangan percaya sama orang baru kenal, ……meskipun ini di tanah suci, ada saja penipu yang memanfaatkan kelengahan dan keluguan kita, kata isteri saya. ….Saya baru sadar bahwa memang tidak ditanah suci tidak di tanah air sendiri, penipu itu gentayangan.

masjid nabawi

masjid nabawi

Kejadian itu kembali terulang pada saat akan sholat Magrib, …….dan kebetulan saya memakai peci hitam lagi, modus operandinya sama  tapi orangnya lain,…… tetap ngakunya sebagai orang Afganistan yang dapat musibah kehilangan uang. karena saya tidak mau tertipu untuk kedua kalinya, saya bilang sama dia, ma’af saya sedang baca qur’an tidak mau diganggu, akhirnya dia ngeloyor pergi.

Hari berikutnya saya berangkat ke Makkah untuk melaksanakan ibadah Umrah,….. pada malam kedua di Mekkah, saya bersama isteri pergi melaksanakan sholat Maghrib, karena tempat wanita dan laki-laki terpisah saya melaksanakan sholat sendiri,….. seperti biasa menjelang waktu Magrib tiba, saya membaca Al-Qur’an…………selagi saya baca al-qur’an, tiba-tiba ada yang mengucap salam serta menegur saya dalam bahasa Inggris, saya menoleh kearahnya….jangan-jangan kejadian seperti di Masjid Nabawi  akan terulang lagi….., saya hentikan bacaan saya,saya menoleh ke arah dia , penasaran apakah jalan ceriteranya akan sama dengan yang di Masjid Nabawi, saya merespon dia,…dan kali ini orangnya mengaku sebagai Muallaf dari Myanmar, katanya baru 3 bulan dia masuk Islam………., ,……kedua orang tuanya , kakak serta adiknya beragama Buddha, dan mereka akan membunuhnya karena dia masuk Islam, menurutnya nama dia sebelum jadi Muallaf adalah Yi sedangkan setelah jadi Muslim menjadi Abdul Shadiq, dia  lulus dari Universitas di Myanmar sebagai sarjana teknik informatik, dan dia kerja sebagai finance analyst di sebuah bank di Myanmar, karena dia dimusuhi oleh kedua orangtuanya serta saudara-saudaranya, dia nekad meninggalkan negaranya serta pekerjaannya lalu  pergi ke Mekkah untuk mempelajari lebih dalam agama Islam yang baru dia anut….menurut dia lagi dia tidak akan kembali ke negaranya….tapi akan pergi ke Surabaya, setelah dia selesai mempelajari agama Islam di Mekkah……..dia akan bekerja di salah satu Bank di Surabaya sebagai finance analyst,…melalui bantuan temannya orang Surabaya…….saya menyimak apa yang di katakannya..antara percaya dan tidak.

Dan inilah klimaksnya,…dia berkata; …….apakah saya bisa membantu dia menyumbangkan uang untuk membeli Tafsir Qur’an dalam bahasa Myanmar dan Inggris, yang saat ini dia sedang pelajari, harga Tafsir itu 100 reyal…..dan benar dugaan saya, dia itu sama saja dengan penipu yang di Masjid Nabawi, ujung-ujungnya minta duit……cuma skenarionya saja yang beda…….saya diam sejenak…kemudian saya ngomong sama dia….kamu itu orang Myanmar, tapi wajahmu tidak mencirikan orang Myanmar…dia kaget mendengar itu….lalu dia segera pergi tanpa berkata sepatahpun…lah muka kaya orang India ngaku-ngaku dari Myanmar…..kena deh, kasian deh lu…kata saya dalam hati.

Akhirnya saya baru menyadari…lagi-lagi waktu itu saya memakai peci hitam…… dengan peci hitam yang saya kenakan dia menganggap saya orang Melayu (Indonesia atau Malaysia)…yang pada umumnya orang Melayu itu peramah dan mudah bersahabat apalagi dengan sesama Muslim……keramahan dan keluguan itulah yang dimanfaatkannya  …untuk mendapatkan uang….

karena takut kejadain itu berulang lagi….Hari-hari berikutnya saya memakai peci putih kalau pergi sholat ke masjid….dan Alhamdulillah peristiwa itu gak terjadi lagi…..sampai saya kembali ke Indonesia…..

Copet di Metro Paris

Juli 26, 2008 by tjetjep

Kejadian ini sudah berlalu 7 tahun yang lalu, tepatnya bulan juni 2001, ini saya sampaikan pada teman-teman untuk menjadikan pelajaran agar berhati-hati, ternyata copet itu tidak hanya monopoli Indonesia….

Saya bersama teman sekantor, waktu itu melaksanakan dinas dari kantor ke Boston (USA), ke Boston lewat Eropa adalah pilihan kami waktu itu, karena kita bisa transit di Eropah, dengan demikian sekali merengkuh dayung dua pulau terlewati, kami ambil pilihan penerbangan yang akan transit di salah satu kota di Eropah, pilihan kami jatuh ke perusahaan penerbangan Air Franc, dimana nanti sepulang dari Boston berencana untuk transit selama 3 hari di Paris.

Setelah urusan dinas 2 minggu di Boston selesai, kami kembali ke Indonesia dengan melakukan transit di Paris, kami berencana untuk tinggal di Paris selama 3 hari…sebelumnya kami sudah memesan hotel dari Jakarta melalui internet sebelum keberangkatan ….dan kami akan menginap di hotel kecil yang terhitung murah..mungkin kalau di Indonesia semacam hotel melati gitu lah….

Kami naik taksi dari bandara Paris,..dan taksi yang kami naiki sebuah Mercedes new eyes keluaran terbaru waktu itu…sedan-sedan seperti BMW, Mercedes Benz, yang di Indonesia sebagai lambang prestise, ternyata di Paris dipakai sebagai Taksi…….

Hotel yang kami tinggali, sangat kecil dan dilkelola oleh sebuah keluarga, dimana pekerjanya sepertinya masih anggota keluarga, yang menjadi manajer hotel juga sebagai resepsionis dan kasir, padahal ratenya kalau saya hitung sama dengan rate hotel bintang tiga di Indonesia, dan….keramahan terhadap tamu sepertinya bukan suatu keharusan di sini...jauh sekali dengan Indonesia..tidak ada senyum..bicara seperlunya.

Setelah mendapatkan kamar di lantai 3, hotelnya berlantai 4, kami berencana langsung pergi ke Menara Eiffel, kami tiba di hotel sekitar jam 11 siang..dari hotel ke Menara Eiffel cukup jauh..harus naik subway Metro, yang lama perjalanannya kurang lebih 45 menit….di dalam kereta banyak sekali penumpang ABG baik perempuan maupun laki-laki..mereka berklompok dan kadang2 melihat kami berdua sambil mengoceh bersama temannnya…kemudian mereka tertawa..sepertinya kami ini makhluk aneh…

Sampai di stasiun tujuan, dimana dari stasiun ini kita cukup berjalan kaki 5 menit saja sudah sampai ke Menara Eiffel…penumpang yang turun di stasiun ini cukup banyak….termasuk rombongan gadis-gadis ABG tadi….untuk mencapai pintu keluar di atas kami harus melalui eskalator yang cukup panjang, saat kami di eskalator tiba-tiba dari belakang kami, salah seorang gadis ABG menepuk punggung saya sambil menanyakan jam dalam bahasa Inggris, ketika saya melihat pada jam tangan saya…beberapa orang temannya menyerobot mendahului kami..sambil tertawa cekikikan….

Ketika saya sampai di atas, ..sebelum berjalan ke Menara Effel kami berdua melihat-lihat toko cendera mata..dan membeli beberapa cendera mata untuk teman kantor, ..saat saya mau membayar..oh ya waktu itu saya membawa tas kecil bertali..seperti tas kamera..dimana dalam tas itu saya simpan pasport dan uang…alangkah kagetnya saya ternyata uang saya di amplop yang saya simpan di tas sudah raib…...lemaslah saya..karena semua uang dolar yang saya miliki habis dicopet….untungnya (masih aja untung walaupun kecopetan) pasport saya gak ikut diambil…..wah makin berabe kalau itu hilang…..

Saya baru sadar….rupanya anak-anak ABG itulah yang mencopet uang saya..mereka pura-pura menanyakan jam..hanya untuk mengalihkan perhatian agar saya lengah…saat itulah kemungkinan temannya yang menyerobot.. menyikat amplop saya….begitu cepat mereka mengambil amplop uang itu tanpa saya sadari…rupanya mereka sudah mengincar tas yang saya bawa…kemungkinan mereka melihat saya mengambil uang franc yang juga saya simpan di dalam amplop..saat saya membeli tiket….itulah analisa saya waktu itu….

Kegembiraan dan semangat saya untuk melihat Menara Eiffel menjadi hilang….untung teman saya tidak mengalami hal itu…karena tidak semua uangnya di bawa, sebagian disimpan di hotel…

Bagi teman-teman kejadian ini mudah2an menjadi pelajaran agar berhati-hati dimanapun..karena ternyata…tak disangka yang mencopet itu  justru bukan yang dikira kita pencopet….. 

Kampoeng Sampireun

Juli 4, 2008 by tjetjep

Tempat ini terletak di kawasan Garut, sebuah tempat yang cukup indah untuk merenung, tempat untuk mengembalikan lagi kesegaran kita, setelah seminggu lamanya kita berkutat dengan pekerjaan yang tidak pernah habis-habisnya. Kampung sampireun adalah tempat persitirahatan yang terletak diatas sebuah danau, terdiri dari rumah-rumah tradisionil yang terbuat dari bambu, udara pegunungan yang sejuk dan segar menyambut kita begitu kita sampai ditempat ini, tempat ini lebih cocok bagi yang sedang berbulan madu…..

Hello world!

Juli 4, 2008 by tjetjep

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!